Jumat, 31 Juli 2015

Jakarta Souk 2015 by RICMA

suatu hari ada seorang customer saya yang memberikan flyer Jakarta Souk (JS)
saat itu saya kurang tertarik, namun beberapa hari setelah itu saya iseng membuka instagram JS dan melihat begitu sedikit foto dan followersnya, dan disaat itu juga saya memutuskan untuk tidak meneruskan pencaharian informasi JS ini.


sekitar beberapa hari sebelum Ramadhan tiba melalui WA, ada seorang gadis dengan profpict beramai dengan temannya dan berpakaian yang begitu terbuka.
namun dia memperkenalkan sebagai anggota dari Remaja Islam Mesjid Cut Mutia (RICMA).
bahkan awalnya saya sempat curiga bahwa ini panitia gadungan, karena 'looks' nya tidak sesuai dengan lembaga yang dia sebutkan.


di hari yang sama saya menunjukkan tawaran ini kepada seorang teman saya yang memiliki sebuah brand. dan beliau mengatakan bahwa setiap tahun acara di Gandaria City di bagian Piazza selalu ramai.
dan beliau sangat tertarik dan mengajak saya untuk sharing booth, karena ini adalah pengalaman pertama beliau buka booth(untuk brand barunya), dan kita berasal dari Bandung yang tentunya mengeluarkan dana yang jauh lebih besar karena faktor antar kota, maka saya pun setuju untuk join dan sharing.



seiring dengan prosedur yang dikirimkan melalui email cukup membuktikan kalau beliau bukan panitia gadungan, maka kami pun mempercayai untuk mentransfer DP.

dan seorang teman pergi Bandung-Jakarta-Bandung saat bulan Ramadhan demi menghadiri Technical Meeting (TM) yang diumumkan akan dimulai pada pukul empat sore. namun apa yang terjadi? mereka ngaret, dan dipotong waktu berbuka puasa, yang bikin herannya.... begitu banyak perwakilan tenant yang datang, tapi mereka berleha-leha cukup lama untuk membatalkan puasa, hingga tekmitpun dimulai jam 8. dan teman saya tiba di Bandung pukul 2 dini hari.

sesuai yang tertera diemail bahwa hari terakhir pelunasan adalah pada saat TM, dihari itu itupula lah yang kami lunaskan, namun pada saat hari H, ternyata banyak sekali tenant yang kami jumpai belum membayar lunas, bahkan ada yang baru saja DP 500.000
dan ternyata setiap booth (sesama booth fashion) di tarif harga yang berbeda, ada yang 1jt, 2jt dsb.

pada awalnya saya dan teman saya request akan sharing booth, tapi h-3 panitia mengatakan kita harus berpisah boothnya, namun harganya tetap membayar 1 biaya booth yaitu 3,8jt. saya pun dan teman saya menyetujuinya.

namun pada saat refund mereka menghitungnya dan memotong biayanya berdasarkan harga dua booth, padahal kesepakatannya 2 booth namun dengan harga 1 transaksi booth.


kenapa saya perlu menulis cerita ini? agar tak ada lagi tenant yang ditipu oleh panitia yang sembrono dalam menyelenggarakan acara. karena apa? acara Jakarta Souk 2015 oleh RICMA ini gagal!!!!
hari pertama kita disuruh loading paling telat jam 9 pagi, tapi acara panggung baru dimulai jam 7 malam!
pintu dari dalam mall ke bagian piazza terhalang oleh mobil Citylink, yang membuat visitor sulit memasuki area booth, karena harus memutar jauh dan tanpa adanya sign sama sekali dimana pintu masuk dari arah mall kedalam area booth.
gapura yang dijaga panitia hanya gapura pada bagian parkiran, padahal pada umumnya visitor yang berjalan kaki terbanyak tentu dari dalam mall.
panggung kosong, kalaupun diisi dengan pengisi yang kurang begitu menarik massa.
pada akhirnya apa? yang berlalu lalang didalam area Piazza hanya panitia saja!
sama sekali tidak ada visitor dari dalam mall masuk ke area Piazza ini.
walhasil? efek bisnis sangat zonk. 
teman saya mendapatkan 3 pembeli, berupa 1 SPG dari booth Citylink, 1 lagi dari SPG booth lain, dan 1 lagi pembeli.
booth saya, booth di sebelah saya, dan 2 lagi booth di sebelah saya, sama sekali tidak mendapatkan customer. 
okelah kalau booth kita tidak ada pembeli karena mungkin produk kita tidak menarik, namun ini sama sekali tidak ada visitor yang berlalu-lalang di area booth yang pastinya membuat kemungkinan orang melihat produk kita zero!

dengan hari pertama yang seperti itu, bahkan panitia hanya duduk saja ngobrol satu sama lain, tanpa berusaha mendeteksi masalah tenant. maka dari kekecewaan hari pertamapun kita putuskan untuk tidak membuka booth lagi dihari kedua dan ketiga. 
saya mengechat panitianya mengadukan komplain, tapi balasan mereka justru membela acara mereka yang jelas gagal itu. mereka tidak mengakui bahwa di rundown mereka menuliskan acara dimulai jam 5 sore tetapi faktanya jam 7. 
saya protes kenapa booth disuruh buka jam 12 siang tapi panggung kosong terus yang pastinya membuat penarik ke Piazza tidak ada. 
tapi panitia justru membela dengan kalimat "ya namanya juga baru hari pertama".
yang saya tau persiapan itu hari sebelumnya, bukan di hari H pertama, karena design booth dihari pertamapun belum kelar seutuhnya.
dan jika hari pertama seperti itu, maka progress hari ke dua pastinya tidak akan berubah signifikan.
dan betul saja, dihari kedua saya tidak buka booth tapi saya datang jam 4 sore, dan saya melihat 'masih ramai' panitia saja.
bahkan saat saya tanyakan kepada tenant lain yang buka dihari itu, merekapun mengatakan bahwa tak ada progress, alias booth mereka juga tidak ada customernya, bahkan 50% booth lainnya (food and fashion) tidak ada yang buka.
di hari yang sama kamipun melayangkan protes, dan panitia mengatakan bahwa wishlist di proposal yang menuliskan geust starnya ; raisa, naif, iwan fals dsb. itu semua sekedar 'wishlist' demi penarik tenant untuk join. karena pada faktanya yg tampil hanya band indie dan band dari teman mereka saja, yang anda tentu tau seberapa taraf menariknya.
dan di proposal mereka menuliskan bahwa target visitornya 10.000-30.000 
tapi faktanya seperti ini, apakah mereka tidak memiliki perhitungan sebelum membuat proposal, apakah antara wishlist dan fakta, target dan fakta, harus begini jauh? 

etika dari panitia juga sangat dipertanyakan. mereka janji booth ada kain penutupnya pada malam hari, namun pada hari pertama sama sekali tidak ada padahal mereka sudah janji.

saya dan teman saya sempat menyapa Raka sang ketua, tapi baru saja kelar salaman, mata Raka langsung tertuju pada ponsel dan pergi meninggalkan kita bertiga.

lalu, pada saat meeting protes dari tenant, tiba-tiba ada seorang panitia wanita yang mendorong saya dari belakang demi masuk ke dalam lingkaran meeting kita, dan dengan semena-mena menghalangi meeting yang sedang berlangsung dengan ngborol kepada panitia lain dan mengeluarkan dompet serta laptop.

acara ini bertemakan Gema Ramadhan, tapi band pengisi panggungnya justru betis semua, alias para wanita yang mengenakan pakaian yang membuka aurat luas.


hitung saja, harga sewa mobil kami, harga hotel kami permalam, biaya logistik dan operasional kami untuk acara JS ini. tentu demgan kerugian semua ini kami ingin uang kami utuh 3,6jt di kembalikan. sudah baik kami tidak meminta Penalty yang menjadi hak kami karena merasa dipermainkan yang bersifat dirugikan.
faktanya dengan susah payah kami berdebat, mereka mengatakan bahwa nanti akan mereka putuskan hasilnya. setau saya keputusan itu harus buah hasil dari kedua belah pihak, namun mereka membuat keputusan setelah acara selesai, yang pastinya kita para tenant sudah pulang ke tempat masing-masing.
mau tau hasilnya? tentu berat sebelah!
tadinya 2 booth dihitung harga 1 booth transaksi sebesar 3,6jt.
faktanya mereka memisahkan perhitungannya menjadi 1,8jt tiap booth.
lalu mereka memotong biaya setiap boothny 650k.
jadilah saya menerima uang saya kembali hanya 1.150k.

iya uang saya dikembalikan tapi dipotong, sungguh egois karena mereka hanya memikirkan biaya operasional mereka saja, tanpa mereka memikirkan biaya kami sebagai tenant antar kota  yang mengalami rugi operasional yang sangat besar.


mungkin di kesempatan lain mereka tidak akan menggunakan nama Jakarta Souk lagi, tapi be aware ya sama penyelenggaranya ;)


saya tidak takut menuliskan ini, karena sudah kesepakatan dari awal kalau mereka mengembalikan uang saya utuh, saya tidak akan menyebarkan cerita ini. tapi kalau mereka mencompeskan uang saya maka akan saya tulis di blog tentang kisah ini.
dan inilah faktanya, sebanding dengan yang saya katakan sebelumnya pada email. tidak seperti mereka yang menuliskan target berbeda namun faktanya sangat jauh.



regards!