Kamis, 11 Juni 2015

Ilmu Parenting masuk dalam kurikulum sekolah

dari zaman SD kita sudah di ajarkan untuk sopan dan patuh pada orang yang usianya lebih tua dan kepada sesama, iya itu semua ada dalam pelajaran PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN.

faktanya? semuanya hanya teori. tradisi mendidik anak dengan cara  memukul masih ada secara turun-temurun.

bagaimana kita mau sopan kepada orantua, kalau mereka selalu meneriaki kita?
bagaimana kita mau menjadi anak yang penuh kasih, jika orangtua selalu memukuli kita?
bagaimana kita bisa menjadikan orangtua sebagai teman, jika yang kita rasa hanya ketakutan kepada mereka?

kalau kita di ajarkan untuk menjadi anak yang baik. kenapa mereka tak diajarkan menjadi orangtua yang baik?


sudah sepantasnya masa sekolah menengah atas atau SMA bisa menjadi cikal-bakal pendidikan  menjadi orangtua yang baik.
sebagai mata pelajaran muatan lokal, yang diadakan 2 jam dalam seminggu, akan memberikan dasar pengetahuan bagaimana cara mendidik sebagai orangtua.
mendidik dengan etika yang sebaiknya.
bukan etika dengan cara emosional dan kekerasan.

memulai ilmu parenting disaat SMA tidak dikatakan dini, karena banyak wanita yang di bawah umur 20thn yang sudah menikah dan tetap menjalankan pernikahan sambil kuliah.

yang perlu menjadi visi dalam program ini adalah mendidik semua manusia agar siap menjadi orangtua, tak hanya menjadi orangtua siap secara ekonomi dan secara biologis saja. tetapi juga secara psikologis dan tata etika lainnya.


banyak orang yang kurang berpendidikan jika ditegur bahwa salah cara mengasuhnya, mereka menjawab, "ya ini kan anak saya, saya lebih tau lah bagaimana mendidik anak saya".
lalu dengan cara egoisme mereka, menghasilkan anak-anak yang murung, bipolar, psikopat, dll.
dan ketika dihari tua ketika fisik dan mental mereka sudah tak kuat menjadi egois lagi, mereka kesepian karena anak yang mereka besarkan tidak memiliki ikatan batin dengan mereka, bahkan sang anakpun benci kepada orangtuanya atas perlakuan yang pernah mereka terima dulu.


ingatlah.... anak itu seperti kertas kosong, apapun yang anda perbuat kepada mereka. akan selalu memberikan efek pada sifatnya, dan bahkan segala kejadian tersebut akan membekas.


kini sudah mulai bemunculan para pemimpin bagian pemerintah yang merupakan sosok bijaksana.
bagi siapapun yang membaca ini, saya harap tolong ide ini disampaikan hingga terwujud menjadi kenyataan.
tolonglah anak-anak dimasa depan  bahkan dimasa sekarang yang memiliki orangtua tak seberuntung anda.

kalau mereka sudah tau bahwa membentaki anak akan memutuskan Saraf-saraf di kepalanya. memukul mereka berdampak menjadikan mereka anak yang kejam ketika dewasa.
pastilah para orangtua tak akan melakukan hal ini kepada anaknya.

sudahlah kasus anak diterlantarkan orangtuanya, sudahlah kasus anak dibunuh oleh orangtuanya, sudahlah kasus anak membiarkan orangtuanya yang renta mati kelaparan.
jika orangtua tak mau bermamabiak tentulah tak akan ada kasus anak2 menderita.
jika anak dibesarkan dengan kasih sayang, tentulah tak akan ada orangtua renta yang mati kelaparan.

pada dasarnya tak ada anak yang nakal, justru anak nakal itu adalah cerminan pola asuh yang ia dapat.




salam-


harmonis.