Senin, 24 Desember 2012

Girl of Nesty Bird

 

 


 


  


 





  


 

this is handmade boot, and i made this :D

Rabu, 12 Desember 2012

図書館 へ いこう よう!




  






本 の あつい な!






  


ともだち と














 

いただきます!





Selasa, 04 Desember 2012

Kisah Koran dan Tali Sepatu


Nama saya andre , saya mahasiswa administrasi negara universitas padjadjaran , duduk di bangku semester 3 , setiap pagi saya melangkahkan kaki dengan pasti menuju kampus  yang terletak tidak begitu jauh dari rumah kontrakan saya , pagi penuh semangat membara seorang pejuang kecil yang bercita cita ingin mengubah dunia , ya impian kecil yang tidak mustahil kan sobat ? 
Satu setengah tahun ,sudah saya lalui setiap hari menelusuri jalan yang sama menuju kampus  , setiap pagi , wajah wajah mahasiswa penuh ambisi lalu lalang seakan melangkah tanpa beban , pun tanpa melengok ke lingkungan sekitar , ya mungkin ada satu atau dua orang yang menyadari , bahwa di sepanjang jalan yang dilalui ,begitu banyak pemandangan yang menyayat hati , ya , menyayat hati bagi yang masih punya hati , ibu ibu duduk lesu menggendong anak yang haus akan susu , bapak bapak tua , lumpuh tanpa bisa mengeluh , kakek kakek yang bergolek di tengah teriknya matahari di jatinangor ini ,tapi itu seakan sudah menjadi pemandangan yang lumrah , "lumrah ? " 

saya mulai ragu akan eksistensi teman teman saya yang bernama mahasiswa , yang dengan bangga mereka menyebut diri masing masing sebagai agen perubahan , namun menanggapi hal yang setiap hari mereka , anda , bahkan saya lihat , malah di sebut pemandangan yang lumrah , miris memamng , tapi inilah dunia KEJAM.
satu sosok yang amat saya soroti , setiap pagi ,setiap hari , seakan tak pernah bosan , duduk seorang pria tua , yang umurnya sudah lebih dari separuh baya , duduk termenung melamun memandangi daganganya yang tak laku laku , bapak itu setiap hari menjajalkan tali sepatu , dan sekali sekali menjual koran koran di pagi hari . sungguh pemandangan yang menyayat hati.
Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli tali sepatunya  itu? teman teman mahasiswa hanya lewat tak memperhatikan , bahkan hanya sekedar menawar barang dagangan si kakek tua , masyaallah , Lalu lalang orang yang bergegas menuju kampus seolah tidak mempedulikan kehadiran kakektua itu.

Kemarin setelah pulang dari kampus , saya melihat kakek tua itu sedang duduk termenung menatapi daganganya , saya sudah berniat akan membeli tali sepatu itu walaupun saya tidak begitu membutuhkanya , saya menghampiri kakek tadi , menanyakan berapa harga tali sepatu yang beliau tawarkan "lima ribu cep" mau beli yang warna apa ? oh syukurlah ternyata masih ada yang mau beli dagangan bapak " sahutnya penuh lirih , oh tuhan , harga sepasang tali sepatu beliau jual hanya dengan harga 5 ribu , mengambil untung hanya seribu rupiah dari orang yang menjual kepada beliau , sontak darah saya berdesir cepat , seakan butiran airmata tak tahan ingin menghujat keluar , betapa tidak , seribu rupiah , itu hanya bisa membeli sebuah "gehu" pedas yang di jajalkan di pinggir pinggir jalan , dengan sekuat hati saya tahan perasaan iba , " saya beli 2 pasang ya kek "

kakek tersebut terlihat sangat senang , karena akhirnya ,setelah dari subuh menjajalkan daganganya , baru pada pukul 2 siang saya orang pertama membeli dagangan beliau , saya mengeluarkan uang 20 ribu , beliau berkata , "ga ada kembalianya kakek mah nak " ,, "oh ga apa apa kek , ambil saja kembalianya , dari saya "
lalu saya bertanya kembali , mengapa beliau dengan usia yang sudah lanjut , dan seharusnya sudah duduk diam di rumah menikmati sisa sisa umur beliau , malah masih bekerja keras membanting tulang , dari pagi hingga petang ,menjajalkan koran dan tali sepatu di lingkungan unpad tersebut ? tanya saya kepada beliau ,, dengan suara yang tertatih tatih beliau menjawab " yah , mau gimana lagi nak , inilah dunia , mungkin allah belum meridoi saya kalau saya masih malas malasan , saya punya anak di rumah di garut 12 orang ,5 orang sudah berkeluarga dan pergi jauh meninggalkan kehidupan mereka yang serba berkekurangan , masih ada 7 orang lagi anak saya yang masih duduk di bangku sma dan smp , ga mungkin saya hanya duduk diam , sementara kaki saya masih kuat berjalan , "
mendengar hal itu , sontak saya menahan pekik yang begitu menyerang ke hati yang paling dalam , saya tak kuasa melihat kepedihan dan ketegaran seorang kakek yang dimasa tuanya masih berjuang demi menghidupi keluarganya ..  "lalu , disini kakek tinggal dimana ? dan pulang berapa minggu sekali ke garut kek ?" tanyaku lirih ,,  "kakek tinggal di musholla di sebelah sekre mahasiswa , kakek numpang tinggal disana ,sekaligus membantu membersihkanya , karena ga ada yang ngerawatnya , oleh UNPAD kakek g di terima menjadi karyawanya , karena umur kakek udah terlalu tua , padahal kakek berharap sekali dapet uang dari menjadi karyawan untuk membersihkan musholla ini "imbuhnya , " kakek biasanya pulang ga menentu waktunya , asalkan kakek udah bisa membeli beras 20 kg , baru kakek pulang , itu biasanya sekitar 2 minggu mengumpulkan uang untuk membeli beras itu buat di bawa pulang ke garut "katanya 
allahuakbar ,, demi keluarga tercinta , beliau rela tidur di musholla yang dingin sendiri , ditemani kesepian yang teramat mendalam , dan kerinduan akan menghabiskan hidup tenang, demi mencari sesuap nasi , membela harga diri , untuk tidak menjadi pengemis yang tanpa ada usaha sedikitpun ,
sungguh beliau begitu mulia , dan semoga allah selalu bersama orang yang berhati seperti seorang malaikat yang sengaja di utus tuhan kebumi agar manusaia dapat belajar , menghilangkan ketamakan dan bermalas malasan 

 Untuk teman teman ku , yang mengatas namakan diri mereka mahasiswa , terutama anda yang berkuliah di kampus unpad jatinangor ini , saya harap , ini hanya salah satu bentuk saya saling berbagi , saling mengingetkan , bahwa di luar sana , masih banyak saudara saudara kita yang membutuhkan perhatian , jadilah mahasiswa seutuhnya , karena saya sendiri tidak mampu berbuat banyak , saya butuh kalian , kalian yang berjiwa besar , yang  mau sedikit meluangkan waktunya memperhatikan orang orang di sekitar ,
mulailah dari diri sendiri , mulai dari hal yang kecil , mulai dari sekarang !!! 


 
the man of this story


written by :  Andre Daryanto (15 december 2011)

Rabu, 28 November 2012

Black Kabau Lady!

 
this tangkaluak hand made by @rizkifi

 
















 


 

created by @76_432


Minggu, 25 November 2012

Two Glasses Ready to Work



   


 



 

 

 
 


 


 
 

 

  



 

 

no makeup, except: eye liner and eye brow.
created by : you know who.